Langsung ke konten utama

Mengenal Hama dan Penyakit Pada Ikan Nila

Serangan penyakit jarang ditemukan mewabah secara besar-besaran dalam budidaya ikan nila, kalaupun ada hanya berupa serangan lokal. Kondisi paling rentan terhadap serangan hama penyakit biasanya terjadi pada fase pembenihan ikan nila, mulai dari penetasan hingga pendederan. Penyakit ikan nila bisa ditularkan lewat aliran air, udara dan kontak langsung atau terjadi karena kondisi lingkungan yang buruk. Pencegahan harus lebih diutamakan dibanding pengobatan.


Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit ikan nila diantaranya :


Pengeringan dilakukan dengan menjemur dasar kolam setiap kali hendak memulai budidaya, Sinar matahari bisa membunuh sebagian besar hama dan penyakit yang mugkin ada pada periode sebelumnya.


Pengapuran dasar kolam juga membantu mematikan sebagian penyakit.


pemasangan saringan pada pintu pemasukan air untuk mencegah sebagian hama dan vektor pembawa penyakit masuk ke dalam kolam.


Hama yang memangsa ikan nila tidak jauh berbeda dengan hama ikan air tawar lainnya. Beberapa hama ikan nila yang paling sering dijumpai dan mempunyai efek mematikan diantaranya :


Notonecta Hama ini menyerang benih ikan yang masih kecil upaya pencegahannya cukup sulit bila jumlahnya sudah teralu banyak, hama ini bisa diberantas dengan menyiramkan minyak tanah pada kolam. Jumlah minyak tanah yang diperlukan 5 liter pada tiap 1.000 m luas kolam cara ini cukup efektif menekan populasi notonecta.


Larva Cybister hama ini dikenal dengan nama ucrit lebih mematikan dibandingkan notonecta berwarna kehijauan dan dapat bergerak dengan cepat bagian depan terdapat taring untuk menjepit mangsa sedangkan di bagian belakangnya terdapat sengatan. Ucrit biasanya menyerang benih ikan dan menyukai lingkungan kolam yang banyak mengndung material organik untuk mecegahnya bersihkan kolam secara rutin dari gulma dan sampah organik karena bila sudah dewasa akan bermetamorfosis menjadi kumbang yang bisa meloncar antar kolam, hama ucrit hanya dianjuran untuk diberantas secara meknis dan mengefektifkan pencegahan.


Penyakit Pada Ikan Nila

Ikan Nila bisa dikatakan relatif tahan terhadap penyakit. Secara umum terdapat 2 tipe penyakit ikan nila yakni penyakit infeksi atau penyakit menular dan penyakit non infeksi yaitu disebabkan oleh lingkungan yang buruk. Berikut ini beberpa penyakit ikan nila dari jenis penyakit yang sering kita jumpai.


Trichodina sp : Jenis mikroorganisme yang menjadi parasit pada air tawar maupun ikan air laut. Parsit ini biasanya menyerang bagian luar seperti kulit, sirip dan insang. Tandanya terlihat pada luka pada organ-organ yang diserang, bisa dicegah dengan menjaga sanitasi kolam dan memasang filter air atau bak pengendapan pada instalasi pengairan kolam , pengobatan bisa dilakukan dengan merendam ikan yang sakit dalam larutan garam (NaCL) sebanyak 500-1.000 mmg/liter selama 24 jam atau dalam larutan formalin sebanyak 25 mg/liter.


Saprolegniasis : penyakit yang disebabkan oleh sejenis jamur biasanya menyerang telur, larva dan benih ikan.Bagian tubuh yang diserang organ-organ luar, penammpakan penyakiy ini seperti benang halus berwarna putih atau putih kecoklatan. Pengobatan dilakukan dengan merendam teur atau ikan yag terserang dallam laruta Malachite green 1mg/liter selama 1-3 jam atau NaCL 5 gram/liter selama 15 menit.


Epistylis : Parasit ini umumnya menyerang organ-organ bagian luar seperti kulit, insang dan sirip. Ciri-ciri ikan yang terserang bagian kuitnya, insangnya berwarna merah kecoklatan dan ikan sukar bernafas, gerakan lambat dan pertumbuhannya terhambat. Penularan penyakit terjadi karena kontak langsung dengan ikan yang sakit, pencegahannya dengan mengurangi padat tebar ikan, pengobatan dengan merendam dalam larutan formalin 200 mg/liter selama 15-20 menit. Bercak merah, penyakit ini disebabkan oeh bakteri Aerommonas dan Pseudomonas yang menyerang organ bagian dalam dan luar yang ciri-cirinya ada pendarahan pada bagian tubuh yang terserang, sisik terkelupas dan perut membusung biasanya menyerang kulit akan terlihat borok, ikan terlihat lemah dan sering muncul ke permukaan kolam, bila dibedah bagian dalam mengalami pendarahan pada hati, ginjal dan limpa. pengobatan bisa diakukan dengan cara menyuntik merendam atau dengan mencampur obat pada pakan, obat perendaman kalium permangat 10-20 mg/liter selama 30-60 menit, penyuntikan dengan tetramisin 0,05 ml per 100 gram bobot ikan atau kanamysin 20-40 mg/kg pakan diberikan setiap hari selama 7-10 hari.


Penyakit non-infeksi

yang banyak ditemukan dalam budidaya ikan nila disebabkan oleh :

Kualitas air, pastikan saluran masuk dan keluar tetap lancar

pemberian pakan harus tepat jenis dan takaran

Keracunan pada ikan biasanya disebabkan oleh pemberian pakan kadaluarsa.


Sobat Nirwana, demikian sekilas info tentang hama dan penyakit pada ikan nila dan semoga bermanfaat Aamiin,.. jangan lupa untuk di share yah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nila Nirwana

Nila Nirwana 3 Varietas Cepat Panen FCR Rendah, Tahan Penyakit, Persentase Anakan Jantan Tinggi. Bisnis dan budidaya nila masih terus ada hingga kini. Hal ini membuktikan peluang usahanya ada dan masih terbuka lebar. Peluang usaha ini pun dibarengi dengan peningkatan kualitas jenis nila yang di budidayakan, terutama oleh Balai Pengembangan dan Pemacuan Stock Ikan Nila dan Mas (BPPSINM) Wanayasa, Purwakarta, yakni menghaslikan nila nirwana 3. Masuknya Nila ke Indonesia dan Pengembangannya : Pada tahun 1969, pertma kali ikan nila diintroduksi ke Indonesia yang merukapakan ikan asli perairan di lembah sungai Nil (Afrika). Selanjutnya, ikan tersebut dikenal dengan ikan nila 69. Dan di tahun 1981 Diintroduksi ikan nila merah NIFI dari Filipina. Selanjutnya di tahun 1984 Indonesia kembali mengintroduksi ikan nila hitam Chitralada dari Thailand. Pada tahun 1994 Introduksi dilakukan terhadap ikan nila GIFT generasi ketiga (G3). Tahun 1996 Introduksi ikan nila GIFT kembali dilakukan dengan meng...

Obat herbal Ikan Air Tawar

1. Bawang Putih (Allium sativum) Aplikasi Melalui perendaman untuk penyakit Koi Herpes Virus (KHV), bakteri dan parasit. Bakteri penyakit bercak merah Aeromonas hydrophila pada ikan patin. Virus penyakit KHV pada ikan mas Parasit penyakit gatal, bintik putih pada benih ikan air tawar akibat infeksi parasit Ich dan cacing Trichodina sp. Kandungan aktif Minyak atsiri, allicin 50g/100 ml melalui pakan untuk Aeromonas hydrophila Dosis Efektif 25 mg bawang butih dihaluskan dan dicampur air 1 liter untuk perendaman ikan sakit. Untuk penyakit KHV, sebanyak 30 g dalam 100 ml air untuk perendaman ikan sakit. 2. Ciplukan (Physalis angulata L) Aplikasi Melalui perendaman. Target patogen Bakteri penyebab radang, bengkak dan kemerahan atau borok. Kandungan aktif Asam klorogenat, elaidic acid, physalin. Dosis Efektif Daun dan buahnya direbus (15-30 g) dalam 100 ml air atau kering (5-10 g) dalam 100 ml air, lalu digunakan untuk perendaman. 3. Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Aplikasi Untuk menja...

Bahan Pembetuk Flok Pada Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok

Pembentukan flok pada sistem bioflok dapat ditingkatkan dengan menggunakan bahan-bahan pembentuk flok. Beberapa bahan pembentuk flok yang umum digunakan pada budidaya ikan sistem bioflok antara lain: Kalsium: Kalsium dapat membantu memperkuat struktur flok dan meningkatkan kemampuan flok untuk menangkap partikel organik. Karbon: Karbon sangat penting bagi pertumbuhan bakteri dalam sistem bioflok. Karbon dapat diperoleh dari sumber karbon organik seperti molase atau tepung singkong. Garam: Penambahan garam pada air tambak dapat membantu meningkatkan kepadatan flok dan mengurangi pertumbuhan bakteri patogen. Zeolit: Zeolit adalah mineral alami yang dapat membantu meningkatkan kualitas air dan mengurangi konsentrasi amonia. Chlorella: Chlorella adalah ganggang hijau yang dapat menjadi sumber pakan ikan dan juga dapat membantu mempercepat pertumbuhan bakteri dalam sistem bioflok. Penggunaan bahan pembentuk flok harus disesuaikan dengan kondisi air dan kebutuhan ikan. Penggunaan yang berleb...