Langsung ke konten utama

5 Perbedaan Ikan Nila Jantan dan Betina

Perbedaan ikan nila jantan dan betina perlu kita ketahui, terutama untuk proses pembenihan ikan nila. Terdapat beberapa ciri utama yang membedakan ikan nila jantan dan betina. Ini dia 5 perbedaan ikan nila jantan dan betina!

1. Bentuk Alat Kelamin

Alat kelamin jantan berbentuk sedikit meruncing, sedangkan alat kelamin betina berbentuk oval dan akan mengeluarkan cairan (sel telur) bila dipijat.

2. Warna Tubuh

Ikan nila jantan memiliki warna tubuh yang lebih cerah dibandingkan dengan ikan nila betina.

3. Bentuk Perut

Ikan nila betina memiliki perut yang buncit, sedangkan ikan nila jantan punya perut yang lebih ramping.

4. Berat dan Panjang Tubuh

Ikan nila jantan memiliki berat berkisar antara 400 gram sampai 600 gram dengan panjang tubuh 16-25 cm, sedangkan berat ikan nila betina berkisar antara 300 gram sampai 500 gram dengan panjang tubuh 14-20 cm.

5. Warna Dagu dan Hidung

Dagu ikan nila jantan berwarna merah kehitaman dengan hidung melebar berwarna biru muda. Berbeda dengan jantan, ikan nila betina memiliki dagu yang berwarna keputih-putihan dengan hidung yang lancip berwarna terang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nila Nirwana

Nila Nirwana 3 Varietas Cepat Panen FCR Rendah, Tahan Penyakit, Persentase Anakan Jantan Tinggi. Bisnis dan budidaya nila masih terus ada hingga kini. Hal ini membuktikan peluang usahanya ada dan masih terbuka lebar. Peluang usaha ini pun dibarengi dengan peningkatan kualitas jenis nila yang di budidayakan, terutama oleh Balai Pengembangan dan Pemacuan Stock Ikan Nila dan Mas (BPPSINM) Wanayasa, Purwakarta, yakni menghaslikan nila nirwana 3. Masuknya Nila ke Indonesia dan Pengembangannya : Pada tahun 1969, pertma kali ikan nila diintroduksi ke Indonesia yang merukapakan ikan asli perairan di lembah sungai Nil (Afrika). Selanjutnya, ikan tersebut dikenal dengan ikan nila 69. Dan di tahun 1981 Diintroduksi ikan nila merah NIFI dari Filipina. Selanjutnya di tahun 1984 Indonesia kembali mengintroduksi ikan nila hitam Chitralada dari Thailand. Pada tahun 1994 Introduksi dilakukan terhadap ikan nila GIFT generasi ketiga (G3). Tahun 1996 Introduksi ikan nila GIFT kembali dilakukan dengan meng...

Obat herbal Ikan Air Tawar

1. Bawang Putih (Allium sativum) Aplikasi Melalui perendaman untuk penyakit Koi Herpes Virus (KHV), bakteri dan parasit. Bakteri penyakit bercak merah Aeromonas hydrophila pada ikan patin. Virus penyakit KHV pada ikan mas Parasit penyakit gatal, bintik putih pada benih ikan air tawar akibat infeksi parasit Ich dan cacing Trichodina sp. Kandungan aktif Minyak atsiri, allicin 50g/100 ml melalui pakan untuk Aeromonas hydrophila Dosis Efektif 25 mg bawang butih dihaluskan dan dicampur air 1 liter untuk perendaman ikan sakit. Untuk penyakit KHV, sebanyak 30 g dalam 100 ml air untuk perendaman ikan sakit. 2. Ciplukan (Physalis angulata L) Aplikasi Melalui perendaman. Target patogen Bakteri penyebab radang, bengkak dan kemerahan atau borok. Kandungan aktif Asam klorogenat, elaidic acid, physalin. Dosis Efektif Daun dan buahnya direbus (15-30 g) dalam 100 ml air atau kering (5-10 g) dalam 100 ml air, lalu digunakan untuk perendaman. 3. Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Aplikasi Untuk menja...

Bahan Pembetuk Flok Pada Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok

Pembentukan flok pada sistem bioflok dapat ditingkatkan dengan menggunakan bahan-bahan pembentuk flok. Beberapa bahan pembentuk flok yang umum digunakan pada budidaya ikan sistem bioflok antara lain: Kalsium: Kalsium dapat membantu memperkuat struktur flok dan meningkatkan kemampuan flok untuk menangkap partikel organik. Karbon: Karbon sangat penting bagi pertumbuhan bakteri dalam sistem bioflok. Karbon dapat diperoleh dari sumber karbon organik seperti molase atau tepung singkong. Garam: Penambahan garam pada air tambak dapat membantu meningkatkan kepadatan flok dan mengurangi pertumbuhan bakteri patogen. Zeolit: Zeolit adalah mineral alami yang dapat membantu meningkatkan kualitas air dan mengurangi konsentrasi amonia. Chlorella: Chlorella adalah ganggang hijau yang dapat menjadi sumber pakan ikan dan juga dapat membantu mempercepat pertumbuhan bakteri dalam sistem bioflok. Penggunaan bahan pembentuk flok harus disesuaikan dengan kondisi air dan kebutuhan ikan. Penggunaan yang berleb...